Frino Interview Luna Maya
Gadis yang kutemui kemarin bernama Luna Maya. Di alam media massa, gadis terlahir semi bule ini berada diantara fakta dan gosip. Namun keduanya menampilkan hal yang sama, Luna Maya adalah gadis yang “sehat” dan menggemaskan. Berikut petikan wawancara singkat Frino Bariarcianur [FB] dan Luna Maya [Luma] di sebuah saung [dangau atau pondok kecil] di persawahan yang gagal dipanen.
FB : Senang berada di sini?
Luma : banget! sejuk dan [mencipta senyum] sepi…
FB : Gak takut?
Luma : Bareng reporter aneh kayak elo, ya enggaklah….[tertawa renyah]
FB : Sawah ini gagal panen karena banjir
Luma : yaa…yaa…..menakutkan….[suaranya lirih dan pelan]
FB : Baik. Kita langsung ke topik. Kenal dengan abah opik?
Luma : menggeleng [kakinya menyentuh air sawah, mata menuju pada bayangan dirinya, tercetak tapi bergelombang]
Luna Maya, lahir di Denpasar, 28 Agustus 1983 lalu. Seorang model, pemain film dan sasaran empuk tayangan infotainment. Sosok Luna Maya tidak melulu soal selebiriti tapi ia juga peduli dengan situasi di Indonesia, terutama soal kemiskinan dan pendidikan. Ia Duta World Food Programme [WFP]. Ia terlibat dalam aksi Bangkit & Suarakan Melawan Pemiskinan. Bibirnya yang termasuk kategori seni rupa kontemporer itu pernah berucap,”Alangkah baiknya pemerintah gratisin pendidikan. Pendidikan itu investasi masa depan.”
FB : Kalo kamu yang jadi guru tapi gak dibayar gimana?
Luma : Mau. Asal honor model, main film, iklan dinaikin hehehehe…kan jadi subsidi. Biar kalo aku ngajar ke pelosok-pelosok Indonesia gak susah harus cari-cari sponsor.
FB : Mulia sekali sih?
Luma : Bukan mulia Frin, aku Luna Maya.
FB : [sambil menunjuk bayangan Luna Maya] Jadi kamu termasuk orang yang nyalahin pemerintah?
Luma : nggak nyalahin sih…tapi coba deh pemerintah itu lebih peka lagi pada persoalan sosial kita. Pendidikan itukan penting banget, jadi pemerintah harus serius. Jangan memelihara koruptor. [suara Luma meninggi, ngomongnya cepat, nafasnya turun naik. mencipta gerakan indah]
FB : oke..oke.
Luma : apanya yang oke???!
FB : ya kamulah…
Luma : lu tu reporter apa buaya sih?!
Menjadi Bintang Lux 2006 bukanlah yang benar-benar ia inginkan. Karena dulu ia tak begitu ngotot. Tapi takdir telah memilihnya untuk menjadi salah satu wanita tercantik di Indonesia versi sabun Lux. Dan kecantikan Luna Maya telah menjadi milik ribuan orang lewat alam media massa. Tapi,”aku gakkan merubah penampilanku..” Luna Maya tetap cuek dan tomboy.
FB : Dulu kamu bilang, gak kan terjerumus ke dalam lembah kenikmatan seks bebas sebelum nikah. Masih berlaku?
Luma : Jelas! [matanya melotot] Aku berusaha tidak terjerumus. Paling tidak aku cukup mengetahuinya aja.
FB : Maksud, mengetahuinya?
Luma : ya ampun bego banget sih! [bola matanya semakin membesar, mau coplok. mengetok kepalaku] maksudnya ituuuuu……aku tetap harus tahu apa itu seks bebas, seperti akibat-akibatnya kalo aku ngejalaninnya. Paham gak? [aku mengangguk dan mencatat.] Banyak anak muda yang suka seks bebas tapi banyak juga yang tidak bertanggung jawab. Dan ngapain juga sih, berpikiran tentang seks bebas. Kayak nggak ada hal penting lain aja. Aku terlalu sibuk untuk urusan seks.
FB : Awas kalo bohong, dosa lho?
Luma : [nyengir dan ngeluarin lidah sembari digigit. Jelas wajahnya makin lucu]
Aku menawarkan teh panas hijau tanpa gula. Luna meneguknya lalu mengucapkan,”terima kasih.” Ia menatap bayangannya lagi terus menatap langit. Wajahnya tersenyum tapi gak tau apa arti senyum itu.
FB : Yang kamu minum itu, teh hijau. Bagus buat kesehatan. Menyamankan orang yang lagi gelisah dan menghangatkan orang yang membeku.
Luma : Frin, kamu tu mirip pedagang obat. Hahahahaaa……….
[bercermin pada air, memegang jenggot dan hidung. Agak mirip memang. Aku melihat Luma]
Luma : Apa..?
FB : Habis wawancara ini aku mau cukuran ah. Sudah seperti orang utan.
Luma : Mau aku bantu bersihin jenggot kamu itu?
FB: [melotot] serius…? Tapi nanti kamu dianggap gosip lagi, bukan fakta. Hehehee
Luma menyeruput teh lagi.
FB : Kamu lebih suka dianggap fakta atau gosip?
Luma : Fakta dong.
FB : Alasannya ?
Luma : Ya, masa aku dibilang gosip. Kalau benar yang aku omongin, lakuin, ya itu fakta. Tapi kalo yang gak pernah aku lakuin atau omongin, aku lebih suka nyebutnya F-I-T-N-AH. Cape Frin, masuk ke layar kaca hanya jadi bahan obrolan yang ga penting. Gosip hanya bentuk dari penghalusan kata fitnah.
FB : Tapi kamu sudah dianggap penting. Seluruh tubuh kamu, pakaian kamu, cara melihat, semuanya sudah dianggap penting. Semuanya sudah disorot. Jadi tidak peduli itu benar atau salah.
Luma : Itu fakta yang nyebelin sebenarnya. Kadang aku pengen klarifikasi tapi jadi sulit, kan klarifikasi itu hak setiap orang. Pilih diam …..salah, …… ngomong juga salah. Serba salah, uhmmm dan bikin aku… kadang gak bebas. Meski konsekuensi lainnya aku mendapatkan sesuatu dari setiap bahan berita atau gosip yang dipublish. Popularitas dan dapat kerjaan salah satunya. Tapi masa begitu terus…harus ada nilai atau perspektif yang lain tentang Luna Maya
FB : Kamu percaya kalau sudah masuk ke dunia bintang, kamu bukan milik dirimu lagi tapi milik semua orang?
Luma : [diam sejenak, menyentuh rambutnya] yaa…
FB : Artinya kamu siap dong dengan semua konsekuensinya?
Luma : Aku selalu belajar memahami dari setiap yang aku lakuin selama ini. Sejauh ini sih masih oke-oke aja.
FB : Emang ada yang gak oke ?
Luma : Cinta
FB : Halahhhhhhhhh……….
Luma : [ketawa lepas]
FB : Aku ingat kamu pernah bilang, jika sudah mencintai seseorang, akan memperjuangan cinta itu. sampai kapan pun.
Luma : uhmm……[memandang langit dan memainkan gelas]
Langit sudah jingga. Luma menyalakan handphone. Beberapa nada sms terdengar. Aku juga menyalakan hp. Gak ada sms yang datang, sial!.
Luma : ”Eh, frin aku cabut dulu ya, thanks atas obrolannya,”
FB : Bisa pulang sendiri?
Luma : Aku dijemput helikopter.
Tak lama kemudian sebuah helikopter datang. Anginnya kencang. Luna naik menggunakan tangga tali, seperti di film-film. Aku melambai. Saung menjadi sepi. Dan tiba-tiba…..
Seseorang : “Frino kalo ngigau jangan sambil ngetik!”
Frino : 35radf8a4358akfa’ [gelagapan, seakan tak menerima kenyataan] wahhh….nasib!
April 14, 2008 pada 11:02 am
Lucu jg frin, serius lo sekarang jadi tambah lucu..
salam
Lucky jur’97
Agustus 1, 2008 pada 12:59 pm
dasar frino hantuuuuuuuuuuu…..kirain beneran…rupanya…..dasar buaya, emang bener buaya!!!!
=))
Btw…funny….sampe ngakak aku….
eh…mau nanya nih… yang serius digarap site yang dengan nama yang mana satu nih??? habis banyak banget sih….klarifikasi please…
“KAPAN KAWIIIIIIN???????”
Oktober 14, 2008 pada 1:16 pm
semua website atau blog aktif kok.
Soal kawin? doakan saja. Setelah Ariel bercerai, aku semakin banyak berdoa hahahahahaha