Arsip untuk visual arts kategori

Haru Biru Sebuah Pesawat Tempur

Dikirim visual arts pada April 12, 2007 oleh frinodoc

Oleh : Frino Bariarcianur Barus

Kemenangan dari sebuah perang itu semu karenanya menjadi mellow.

Ungkapan ini kiranya menjadi salah satu dasar pemikiran Iswantoro Hartono saat mengerjakan proyek pameran tunggalnya di Galeri Soemardja. Pameran tunggal berjudul “Blue” [5-27 April 2007] ini menyuguhkan sebuah replika pesawat jenis F-1117A Nightwalk atau Stealth Fighter yang pernah populer saat Perang Teluk 1990-1991 di Timur Tengah. Di dalam Galeri Soermadja ITB mesin kekejaman itu menjadi sendu dan meng-haru biru.
Baca selebihnya »

MENGINTIP DUNIA

Dikirim visual arts pada Maret 11, 2007 oleh frinodoc

Teks/foto: Frino Bariarcianur Barus

Di Galeri Soemardja Fakultas Seni Rupa ITB ada sebuah kotak besar berwarna hitam. Untuk melihat isi dalamnya kita harus mengintip. 

Kotak hitam ini berukuran kurang lebih 3 X 3 M, ada 12 lubang kecil pada sisinya untuk mengintip, dan ada head-phone untuk mendengarkan suara dari dalam. Dari luar kotak itu tampak sederhana sekali. Namun saat mengintip kita akan melihat visual yang menyegarkan. 

Ada sebuah taman kecil dengan beberapa ekor kelinci yang sedang asyik bermain-main. Kemudian ada beberapa foto seorang perempuan muda cantik yang menampilkan ekspresi gembira. Foto-foto itu dipajang dalam neon box. Sementara dinding bagian dalam kotak itu dipasang cermin yang memantulkan semua benda yang ada di dalam. Lalu saat memasang head-phone maka suara-suara alam pun mengalir pelan memenuhi rongga telinga.

Kiranya Sim F, si pembuat kotak hitam itu sedang mengajak kita untuk mengintip ‘dunia’ yang ia bangun.

Dunia Sim F memang tak begitu besar. Namun bila dikaitkan dengan kehidupan masyarakat modern saat ini, dunia Sim F menjadi suatu hal yang sangat dirindukan. Sebuah taman yang indah, tanpa polusi udara dan jauh dari hiruk-pikuk kendaraan bermotor. Tetapi tidak mudah untuk melihat dengan jelas sebab kita harus bergeser dari satu lubang ke lubang yang lain. Belum lagi cermin yang mengelilinginya membuat kita bingung mana kelinci yang asli mana yang bukan. Cemin itu membentuk ruang maya tak berbatas. Sementara suara-suara alam yang keluar melalui head-phone mengingatkan betapa suara-suara itu semakin jauh dari kehidupan sehari-hari kita yang berada di kota.  

Di dalam dunia broadcasting, Sim F lebih dikenal sebagai seorang sutradara video klip. Kelompok Project Pop Bandung pernah menjadi salah satu kliennya. Video klip “Jangan Ganggu” mendapatkan penghargaan MTV award 2005 sebagai video musik terbaik. Di tahun-tahun sebelumnya ia juga membuat majalah “Trolley” yang banyak berhubungan dengan dunia seni rupa, desain, gaya hidup dan musik bersama teman-temannya di Bandung. Lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB ini juga sempat terlibat dalam dunia film pendek.  

24.jpgKarya ini dipajang di Galeri Soemardja untuk kepentingan projek sound art “Good Morning: City Noise” [14 Februari – 3 Maret 2007]. Sebuah project seni untuk merespon situasi kota Bandung melalui suara-suara yang beraneka ragam. Dalam project ini seniman dituntut untuk kritis melihat situasi kota. Sayang tak begitu jelas keinginan seniman-seniman muda Bandung itu. Selain seniman muda Bandung, project ini juga mengundang seniman-seniman dari luar negeri.  

Balik lagi ke kotak hitam. “Karya instalasi seni ini [kotak hitam] baru pertama kali saya buat dan pernah dipamerkan di Jakarta tahun 2006. Ini merupakan perwujuduan interpretasi saya terhadap sifat manusia yang penuh rasa ingin tahu,” kata Sim F, singkat. Beberapa pengunjung terlihat menyunggingkan senyuman saat mengintip kotak hitam karya Sim F. Mereka tersenyum melihat kelinci-kelinci itu, melompat dan berlari-lari kecil. Kadang kelinci-kelinci itu berlama-lama menatap dirinya di cermin. Mungkin aneh melihat banyak kelinci yang mirip dengan dirinya dan bergaya seperti dirinya.  

Kelinci itu lucu-lucu tingkahnya. Bisa jadi begitulah kita kalau tak sadar sedang diintip. Menginitp dan diintip adalah kegiatan yang mengasyikkan.  Keasyikan dari kegiatan mengintip dapat kita temui saat melihat fotografer dan juru kamera yang sedang bekerja. Mereka terlihat asyik mengintip melalui viewfinder dan kadang terlihat tidak mempedulikan dirinya demi sebuah gambar. Sehingga resiko kematian, ditabrak kendaraan, dipukul preman atau menginjak tahi kuda sudah menjadi bagian yang tak bisa dilepaskan dari profesi ini. Mereka berusaha agar setiap gambar dapat direkam dengan sempurna lalu disebarluaskan melalui media massa. Outputnya bisa berupa foto, berita TV, video musik dan juga film. Melalui kerja mengintip itu akhirnya kita bisa melihat dunia. Gambar-gambar itulah yang kita sebut dengan “realitas”. 

Dari kerja mengintip itu, kita bisa menyaksikan banjir di Jakarta, sedihnya orang-orang yang tertimpa bencana, kematian, perceraian selebriti, kegembiraan bobotoh Bandung saat Lorenzo Cabanas menjebol gawang Pelita Jaya, dan masih banyak lagi.  Dalam ilmu perbintangan kita juga harus mengintip untuk mengetahui rahasia ruang angkasa. Observatorium Boscha yang berdiri sejak tahun 1923, di desa Udang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Bandung, Jawa Barat adalah salah satunya. Dengan teropong bintang itu kita dapat melihat dan mengetahui pergerakan komet, jarak planet, lubang hitam, rasi bintang dan masih banyak lagi. Pada waktu-waktu tertentu ribuan orang rela antri berjam-jam untuk mengintip fenomena alam –misalnya melihat posisi terdekat Mars dari Bumi—yang seumur hidup hanya sekali dapat melihatnya. Beruntung pada saat ini teropong bintang atau teleskop sudah banyak dibuat untuk konsumsi masyarakat pecinta ruang angkasa.  

Mengintip benda angkasa luar menimbulkan kekaguman bahkan sensasi yang luar biasa. Tetapi juga membuat cemas kalau-kalau benda angkasa itu menabrak bumi. Pengalaman orang yang mengintip benda-benda angkasa pun banyak ceritanya. Kisah alien dan piring terbang menjadi cerita yang tak terpisahkan dari pengalaman manusia mencermati angkasa luar. Pendek kata, berjuta informasi tercipta ketika alat pengintip ini banyak digunakan orang-orang. 

Mengintip juga dilakukan oleh militer. Dalam peralatan militer kita mengenal teropong dan satelit mata-mata sebagai alat pengintip untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan dalam peperangan. Dari hasil mengintip itu militer kemudian menyusun strategi perang. Bisa dikatakan kalau tidak mengintip sangat susah pasukan perang untuk menaklukkan lawan. Maka jangan heran sebuah negara yang punya niat ekspansi wilayah, rela mengeluarkan dana besar untuk bisa mengintip negara lain. Kegiatan mengintip yang dilakukan militer bukan hanya untuk mengetahui kekuatan lawan namun sekaligus menjaga teritorialnya sendiri. Dengan mengintip militer menjadi waspada. 

Kewaspadaan ini pun diadaptasi oleh masyarakat kita. Pada bangunan atau tempat-tempatyang dianggap penting [seperti bank, mall, plaza, hotel, lapangan udara] kita dapat menemukan kamera pengintai di sudut-sudut ruangan demi keamanan.  Dengan kamera pengintai, Closed-circuit television (CCTV), para pengelola dapat mengetahui gerakan atau benda-benda yang mencurigakan yang beredar di dalam bangunan sehingga bisa langsung ditangani dengan cepat. Kamera pengintai ini adalah sebuah ‘tanda’ rasa takut yang sangat luar biasa sekaligus meneguhkan rasa tidak percaya kepada siapa pun yang masuk ke dalam ruangan. Dalih yang paling sederhana untuk kegiatan mengintip ini adalah tindakan pencegahan. 

Alat mengintip ini pun kemudian disandingkan dengan hand-phone. Sehingga sering kita lihat mulai dalam bis kota, kereta api, di tepi jalan, di pusat perbelanjaan, di dalam kelas sampai kamar tidur kita menggunakannya. Prilaku yang sering kita lihat di tempat umum, misalnya seorang yang terlihat sedang mengirim sms padahal dia sedang merekam gambar seseorang yang berada di depannya. Trik ini paling sering dilakukan. Hand-phone yang memiliki alat pengintip sengaja dirancang agar pemakainya dengan leluasa merekam gambar secara sembunyi-sembunyi. Dengan alat pengintip seperti ini setiap orang seperti merasa penting untuk merekam apa pun. Tidak peduli apakah itu menganggu hak privasi orang atau pun tidak. Selagi ada kesempatan, moment-moment yang dianggap berharga selalu diintip. Bahkan hasilnya disebarluaskan melalui berbagai cara.Tidak sedikit pula karena alat pengintip yang menempel di hand-phone membuat seseorang seperti jatuh dalam neraka kehidupan.

Pengalaman ini pernah dirasakan oleh banyak selebiriti, tokoh politik, kepala pemerintah daerah, pengusaha, pegawai negeri juga tak ketinggalan siswa dan mahasiswa. Kecuali model, mereka ‘pasrah’ untuk diintip sehingga tak ada rahasia lagi dalam dirinya. Model mendapatkan kepuasan dan uang karena diintip. 

14.jpgSeluruh lapisan masyarakat benar-benar merasakan kehebatan dari alat-alat pengintip.Mengintip bisa dibilang sebagai tindakan yang merepresentasikan sifat manusia yang serba ingin tahu. Namun sebagian orang menilai mengintip termasuk perbuatan negatif dan sebagian lagi menolak pendapat itu bahkan banyak yang hobby melakukannya. Bagi orang yang suka mengintip, tindakan ini sangat menantang dan memacu adrenalin. Apalagi kalau mengintip orang pacaran bahkan yang sedang melakukan hubungan seksual. Tentu degup jantung, aliran darah, juga keringat semuanya bekerja dengan cepat.  

Kegiatan mengintip yang seperti ini kalau ketahuan bisa berabe. Orang yang mengintip biasanya lantas kabur. Orang yang diintip biasanya buru-buru mengatur raut wajah dan terjadilah diskusi yang sangat serius. Ada kekhawatiran yang menyergap kuat bagi mereka yang diintip. Namun bila tak ketahuan, semuanya akan tampak biasa-biasa saja.

Dari uraian di atas, kiranya kegiatan mengintip bukan perihal sembarangan. Mengintip adalah juga menyusun realitas yang penuh muatan ideologis dan sarat dengan hal politis. Mengintip memang salah satu bentuk permainan tapi dapat pula menjadi kegiatan yang efeknya dapat mengganggu stabilitas nasional sebuah negara. Kata kunci dari mengintip adalah sifat dasar manusia yang penuh rasa ingin tahu terhadap segala hal, termasuk hal-hal yang sangat rahasia. Pada karya instalasi seni ini, Sim F telah memberikan kado otokritik yang halus berupa alat “mengintip dunia” kepada kita yang sedang mabuk dan terbuai dengan semua kecanggihan teknologi. Kado itu kotak hitam, sebuah ruang simulasi bernama Panthabox. [] 

Sound Art

Dikirim visual arts pada Februari 25, 2007 oleh frinodoc

4.jpg

s o u n d a r t @ Soemardja Gallery ITB 2007 [teks/foto : frino bariarcianur]

 

seni yang menggunakan berbagai sumber suara; suara burung, angin, air, knalpot, guruh, kalau senimannya malas bisa ngambil suara dari komputer dan suara-suara yang lain. Dengan kecerdasannya suara-suara itu membentuk cerita, lagu, puisi, dan sebagainya. Temanya pun menjadi beragam. Ada yang menyoroti masalah polusi udara, sakit hati, kebingungan dll. Seni [ber] bunyi tidak berbeda dengan musik eksperimental meski banyak orang tidak sepakat dengan pendapat ini.  

Di bawah ini merupkan definisi sound art dari situs wikipedia

Sound art is sonic architecture. It is the art of sonic installations, objects, environments and thoughts. It can be performative as well. Sound artists come from a wide range of disciplines, since the means for creating and working with sounds are diverse. [http://en.wikipedia.org/wiki/Sound_art]